..:: السلام عليكم و رحمة الله و بركاته ... أهلاً وسهلاً ::..

Air Bersih Untuk Dunia

A. EKSISTENSI “AIR”
 
Air adalah nikmat dan karunia Tuhan yang luar biasa bagi umat manusia, air menjadi sumber kehidupan yang paling penting. Hakikatnya lembut, namun kekuatan yang dikandungnya sangat luar biasa. Air bisa menjadikan faktor kunci untuk setiap kehidupan di alam ini bahkan air juga sangat berperan penting bagi benda mati, seperti umpama air menyatukan berbagai bahan bangunan dari unsur keras sehingga membentuk dinding yang kokoh. Namun di sisi lain air bisa mendatangkan bencana yang super dahsyat seperti tsunami yang pernah terjadi di Aceh. Air sungguh dahsyat dan luar biasa. Ternyata dibalik semua hikmah dan kejadian yang ditimbulkan oleh air adalah sebagai akibat perlakuan kita terhadap air. Perlakuan yang baik, seperti memberikan respon yang positif kepada air , akan memiliki potensi berupa gelombang energi yang berpengaruh terhadap tubuh manusia sehingga air dapat berfungsi sebagai pengobatan alternatif terhadap berbagai gangguan kesehatan. Tidak dipungkiri bahwa manusia yang sesungguhnya terdiri dari ± 70 % air kalau memperlakukan dirinya atau mendapat perlakuan yang bagus, maka akan menjadi manusia yang berkarakter bagus. Begitu juga dengan air yang ada di alam, sudah sepatutnya kita harus memperlakukannya dengan baik, seperti tidak membuang sampah dan limbah kimia ke air sehingga diharapkan air dapat memberikan kehidupan yang bagus, bukan sebaliknya mendatangkan bencana, seperti banjir dan bencana lainnya.
1e59cf3b7041d742ca41881012ce2759_air_bersihInilah sesungguhnya tentang air, belakangan ini bahkan sampai dengan saat ini air masih belum mendapatkan perhatian sebagai benda yang penting, air masih banyak diberikan perlakuan yang kurang bagus, mungkin sampai dengan sekarang ini kita masih banyak mendapatkan bencana alam yang disebabkan oleh karena kurangnya perhatian kita terhadap air. Sama hal nya antara alam yang terdiri dari lebih banyak air dengan tubuh manusia yang juga terdiri dari lebih banyak air, kalau kita sebagai manusia juga sering memberikan hal-hal yang negatif kepada tubuh kita, misalnya banyak minum alkohol, memasukan obat bius dan sejenis zat kimia lainnya yang tidak bermanfaat bagi tubuh atau mencaci maki diri sendiri, benci pada diri sendiri, menyatakan diri sebagai orang bodoh, jelek, maka air yang ada dalam tubuh kita akan menerimanya sehingga hal ini akan menimbulkan berbagai macam hal yang negatif dalam tubuh, seperti stres, dan berbagai macam penyakit. Begitulah air, kalau air dalam tubuh kita diberikan perlakuan yang positif, maka air akan sangat berguna sebagai penyembuh yang sangat ampuh dan dahsyat. Demikian halnya air yang ada di alam semesta ini, kalau diberikan perlakuan yang positif maka air yang ada di alam semesta ini akan sangat memberikan manfaat yang sangat luar biasa, memberikan sumber penghidupan bagi setiap benda yang ada di alam ini. Air ciptaan Tuhan yang sangat dahsyat dan luar biasa ini merupakan jembatan dan keterkaitan antara kehidupan alam dan kehidupan manusia.

B. KELANGKAAN AIR BERSIH
Berdasarkan data WHO (2000), diperkirakan terdapat lebih 2 milyar manusia per hari terkena dampak kekurangan air di lebih dari 40 negara didunia. 1,1 milyar tidak mendapatkan air yang memadai dan 2,4 milyar tidak mendapatkan sanitasi yang layak. Di Indonesia sendiri, dengan jumlah penduduk mencapai lebih 200 juta, kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak. Kecenderungan konsumsi air diperkirakan terus naik hingga 15-35 persen per kapita per tahun. Sedangkan ketersediaan air bersih cenderung melambat (berkurang) akibat kerusakan alam dan pencemaran.
5302687bd03eb14e8ed6d1919d7f944d_air_04102011154657
Diperkirakan sekitar 119 juta rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih (Suara Pembaruan – 23 Maret 2007). Penduduk Indonesia yang bisa mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, baru mencapai 20 persen dari total penduduk Indonesia. Itupun yang dominan adalah akses untuk perkotaaan. Artinya masih ada 82 persen rakyat Indonesia terpaksa mempergunakan air yang tak layak secara kesehatan. Untuk persentase akses daerah pedesaan terhadap sumber air di Indonesia lebih rendah daripada beberapa negara tetangga seperti Malaysia. Di Malaysia, tingkat akses sumber air di pedesaan mencapai 94 persen. Di negara Indonesia yang kaya sumber daya air ini, angka akses pedesaan terhadap air bersih hanya menyentuh level 69 persen, lebih rendah dari Vietnam yang telah mencapai 72 persen.

Pertengahan Februari 2007, warga di kawasan Jakarta Utara mengeluhkan kenaikan harga air yang gila-gilaan. Seperti dilaporkan sejumlah media, harga air bersih di sebagian wilayah Jakarta Utara naik sampai lima kali lipat dari harga sebelumnya. Di Kampung Legok Pego di Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Warga disana kebanyakan menampung air hujan dari atap rumah ke dalam jeriken-jeriken plastik untuk dimanfaatkan pada musim kemarau.

C. BAGAIMANA INI BISA TERJADI ??
Kebanyakan dari kita hanya memakai air untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dengan tanpa memikirkan cara memperbaharuinya. Hal tersebut hanyalah salah satu contoh umum yang dapat kita temukan untuk penyebab kelangkaan air.  Pada dasarnya semuanya di awali dari kebiasaan buruk manusia yang suka menghambur-hamburkan air tanpa peduli akan cara untuk mempertahankan keberadaan air bersih tersebut. Contoh kecil dapat kita ambil dari pembuangan air yang sudah tercemari deterjen, misalnya, yang langsung dibuang ke saluran pembuangan tanpa melalui saluran pengolahan limbah.Hal ini menyebabkan air yang mengalir untuk kembali digunakan menjadi kurang terjamin kebersihannya.Sehingga banyak dijumpai saat ini air dengan bau yang tidak sedap ataupun berwana keruh walaupun air itu berasal dari PAM.
017038776484c3ff966eef3411bfe588_sampah-sembarang
Selain itu, kebiasaan manusia dalam membuang sampah sembarangan seperti di sungai juga menyebabkan tercemarnya ketersediaan air di bumi ini.Sungai yang kotor pasti memiiki kualitas air yang kotor pula. Sehingga tidak layak lagi digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Minimnya permukaan tanah saat ini juga menjadi salah satu penyebab kelangkaan air. Permukan tanah sudah sangat sulit untuk kita temui saat ini dikarenakan suda banyak tertutupi oleh lapisan aspal dan beton. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan bumi untuk menyerap air sehingga tidak dapat diproses ulang menjadi air tanah yang bersih. Keadaan ini makin bertambah parah karena fenomena tersebut tidak dibarengi dengan pembangunan resapan air yang memadai. Selain itu, keberadaan hutan yang kaya akan pohon yang mampu mengikat dan menyimpan air dalam akarnyapun sudah mulai tergusur dengan keberadaan gedung-gedung bertingkat dan pemukiman, kendati pohon-pohon ditumbangkan untuk keperluan mereka yang salah.
 
292bbf945e0a4a50d5581882a903de64_tebang 

Itu juga merupakan salah satu penyebab utama keterbatasan air bersih saat ini. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya pemecahan untuk masalah ini dengan cara mengatasi penyebab kelangkaan air.

D. APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ?????
Permasalahan kelangkaan air yang cukup kompleks ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Cara-cara lama dalam pengelolaan yang dilakukan secara parsial berdasarkan tugas pokok dan fungsi setiap lembaga terbukti tidak mampu mengatasi permasalaham ini. Ke depan, selain harus terintegrasi antar lembaga pemerintah, penanganan sumber daya air juga harus melibatkan stakeholder, khususnya mereka yang menggunakan air tanah.
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan pemerintah, di antaranya:
  • Memberdayakan partisipasi masyarakat perkotaan untuk dapat bertindak secara bijak dalam hal pemanfaatan air tanah untuk keperluan yang penting saja.
  • Pengaturan pemanfaatan air tanah yang disertai dengan pengawasan yang ketat, misalnya mengawasi penggunaan air tanah oleh perusahaan cuci kendaraan, agar penggunaannya tidak jor-joran dan melebihi kapasitas;
  • Pemberian surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) harus disertai kewajiban penyediaan lahan terbuka yang diperuntukkan bagi penyerapan air hujan ke dalam tanah
  • Kewajiban memperbaiki kualitas dan mengembalikan tata guna air sesuai pemanfaaatan sebagaimana yang telah dimanfaatkan oleh setiap pengguna air;
  • Setiap bangunan harus diwajibkan membuat sumur resapan sehingga dapat meningkatkan cadangan air tanah, yang manfaatnya akan sangat dirasakan jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan;
  • Mewajibkan setiap pemilik bangunan untuk menyediakan lahan untuk menanam pohon yang dimaksudkan untuk menyimpan sebagian air resapan, selain tentunya untuk menyerap polusi udara dan memberi keteduhan.

Sedangkan bagi masyarakat sendiri adalah diantaranya :
1. Penghematan Sumberdaya Air
Hemat air, hemat biaya. Tentu slogan ini cukup beralasan. Mari kita perhatikan proses tersedianya air di hadapan kita. Banyak sekali biaya dan energi yang terbuang, mulai dari investasi bangunan air (waduk, sungai, dam, dan sebagainya), penggunaan listrik dan pompa, pemakaian bahan kimia, investasi bangunan pengolahan air, investasi jaringan pipa air, dan biaya operasi dan perawatan sistem penyediaan air. Bila setiap orang melakukan langkah penghematan air, akan banyak biaya yang dapat dihemat dan pelayanan air bersih dapat diperluas kepada masyarakat yang selama ini belum menikmati pelayanan air bersih.
00f2487a6ac180adc4fde1a5301e4c5b_sudah-hemat-air 
Upaya nyata dalam penghematan air misalnya mencuci mobil seperlunya. Kalau kotoran di mobil bisa dibersihkan tanpa dicuci, mengapa harus dicuci. Banyak sekali contoh lain upaya penghematan yang dapat dilakukan masyarakat.Alasan penghematan air tentu bukan sekadar untuk penghematan biaya. Tapi yang lebih penting dari itu adalah penghematan cadangan air di sumber-sumber air. Penghematan sumber air berimplikasi penting bagi kelestarian air sehingga penyediaan air bersih akan tetap sustainable sepanjang waktu. Kampanye hemat air harus terus dilakukan dengan berbagai media. Peran dan prakarsa dapat diambil oleh pemerintah, pengelola sumberdaya air dan instansi suplai air bersih, masyarakat dan LSM. Pendidikan mengenai air dan lingkungan merupakan bagian utama dalam kampanye kepedulian konservasi lingkungan.

2. Perbaikan Kualitas Air
Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan limbah yang secara langsung atau tidak, akan mencemari perairan. Budaya yang mengakar cukup kuat di tengah masyarakat adalah menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan. Air bekas mandi, cuci, sampah, limbah industri semuanya dibuang ke sungai. Memang, sulit sekali mengubah budaya ini. Upaya yang mungkin dilakukan adalah meminimumkan jumlah limbah dan mengolah limbah hingga ke tingkat yang aman dan tidak mencemari perairan. Pengolahan limbah dapat dilakukan oleh industri dan masyarakat dengan dukungan pemerintah. Dalam skala kecilpun (misal rumah tangga), pengolahan limbah dapat dilakukan. Banyak teknologi pengolahan limbah sederhana dan tepat guna yang dapat dipilih.
Kualitas perairan yang baik akan menguntungkan banyak pihak. Instalasi penjernihan air akan lebih mudah dalam mengolah air, masyarakat dapat memanfaatkan air tanpa khawatir terkena penyakit, ikan akan hidup dengan baik, pemerintah dapat mengembangkan wisata air, dan banyak lagi manfaat yang diperoleh.


3. Pemanfaatan Air Hujan
Air hujan merupakan air gratis dari langit yang tidak banyak dimanfaatkan. Barangkali, ide pemanfaatan air hujan dianggap sesuatu yang aneh . Tapi bila hal ini dilakukan, maka cukup besar manfaat yang akan diperoleh; penghematan sumberdaya air, penghematan pemakaian air PDAM, mengurangi kemungkinan banjir dan sebagainya.
Selama ini, air bersih dari PDAM digunakan untuk minum, mandi, cuci, menggelontor kloset, membersihkan lantai, menyiram tanaman, mengisi kolam dan lain-lain. Untuk sekadar menggelontor kloset, menyiram tanaman, atau mengisi kolam ikan, tidak perlu air dengan kualitas seperti air minum. Di sinilah air hujan dapat menggantikan air PDAM. Setiap rumah, kantor, hotel, industri dapat membuat bak penampung air hujan dan digunakan untuk keperluan di atas. Pada musim kemarau, bila cadangan air hujan telah habis dapat diganti dengan air tanah atau yang lain.
f6676d1e42cee19f2c81a4784c7d4212_hujan-tampungan
Sebagai gambaran betapa besar penghematan air PDAM bila air hujan digunakan untuk penggelontoran kloset. Penggunaan air di hotel untuk penggelontoran sekitar 30 liter per hari per kamar. Bila jumlah kamar adalah 100 kamar, maka jumlah air yang dapat dihemat adalah 3000 liter per hari atau 90 meter kubik per bulan.


4. Peresapan Air Hujan
Banjir sering disebabkan oleh daya tampung saluran drainase yang tidak cukup. Memperbesar saluran drainase bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi maslah banjir ini. Ada cara yang cukup efektif dalam mengatasi masalah ini bila dikerjakan oleh seluruh masyarakat, yaitu setiap rumah wajib membuat sumur resapan untuk meresapkan air hujan yang jatuh di pekarangan rumahnya. 
6f5f9cf06020acbbcf56f3b9e6883e41_sumur-resapan

Namun upaya ini kurang berjalan baik bila muka air tanah cukup tinggi, seperti di daerah dekat pantai. Peresapan air hujan ke dalam tanah mampu mengurangi volume limpasan permukaan, sehingga banjir dapat dikurangi. Di sisi lain, upaya ini sangat bermanfaat bagi penambahan cadangan air tanah, sekaligus menghambat intrusi air laut.

2 komentar:

  1. Dandy09.14

    nice artikel
    Air memang harus kita lestarikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terims... semoga bermanfaat !

      Hapus

komentar baik anda, sangat berharga.